Ekstra Chapter Galvin: Badai Salju

1105 Kata

Salju menyerpih, pecah berkeping-keping, dan menyebar dalam potongan kecil seperti butiran abu. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan kristal seputih tulang. Galvin terengah-engah, mencoba bertahan dari terjangan angin yang melolong bagai serigala merindukan kekasih yang ada di bulan. Jemari mencengkeram erat gagang pedang, kaki terbenam dalam salju, dan pandangan terfokus pada bangkai monster yang kini tergeletak bersimbah darah. Mulut monster itu menganga, menampilkan deretan gigi setajam belati. Cairan merah mengalir perlahan dari ujung bibir, menetes, membasahi permadani putih. Berulang kali Galvin mencoba menstabilkan pernapasan. Bahu kanan terkoyak, perih dan nyeri silih berganti mendera. Bahkan setelah hampir tewas diterkam monster, sensasi pengar masih membekas. Tertatih-tat

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN