Bab 19

952 Kata

Aku menghela napasku penuh syukur, beruntung tamuku hari ini memang Mas Damar. Penampilannya jauh lebih kacau dibanding hari sebelum ia menghilang. Tubuhnya sedikit kurus, entahlah apa yang terjadi dengannya sampai ia terlihat menyedihkan seperti sekarang ini. Rambutnya acak-acakan, bajunya kusut, jauh berbeda dengan image rapi dia, bahkan jambang halus di sekitaran mulutnya tampak tumbuh, membuat mantan suamiku itu terkesan sangar. Ah, jangan lupakan sekitaran matanya yang semula sudah menghitam, terlihat semakin hitam. Sebanarnya, ada apa dengan dia? Apa Mas Damar baik-baik saja? Oh Amel, kamu bodoh sekali! Bisa-bisanya kamu berpikir dia baik-baik saja, padahal kamu lihat sendiri kalau dia tidak baik-baik saja! "Dari kemarin Arkan nanyain kamu terus," ucapku langsung. "Benarkah?" Ia be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN