Suasana di antara tiga orang itu terasa canggung. Bahkan ramen yang ada di depan si gadis rasanya sudah tidak lagi menarik. Entah ini hanya perasaanya, atau memang hawa yang ada di antara Lee Yeol juga Jongin jadi berbeda. Seperti ada dua kubu yang saling bertentangan namun tidak terlihat oleh mata. “Ekhem!” Hana sengaja berdeham. Ia membuka kimbab segitiga isi tuna juga sekotak jus dengan berisik. Yah, setidaknya agar suasana tidak terlalu canggung. “Sedang apa kau di sini?” Itu Lee Yeol yang bertanya. Tanpa aba-aba pria itu merebut sekotak jus yang baru saja Hana minum seteguk. Gadis itu melotot tapi Lee Yeol sama sekali tidak peduli. “Aku hanya lewat dan tidak sengaja mampir,” sahut Jongin lirih. Lee Yeol tertawa sumbang. Pria itu menatap Jongin yang duduk di sebelah Hana dengan

