Bab 44. Bertemu Opa Richard

1749 Kata

Kenzo mengetuk pintu kamar mandi sambil menahan untuk tidak tertawa geli membayangkan reaksi Karisa saat ini. “Hun, keluar dong. Mereka sudah pergi.” Pintu kamar mandi terbuka perlahan, kepala Karisa keluar perlahan dengan wajah merah masih menahan rasa malu, melotot tajam melihat Kenzo. Dirasa staf hotel sudah pergi, Karisa memukul lengan Kenzo, sambil merajuk manja. “Kenapa ngak panggilnya pas kita pulang aja sih. Malu banget tahu ngak.” Kenzo tak bisa lagi menahan, ia tertawa geli dan gemas dengan kelakuan Karisa sambil memeluk dan membelai manja kepala istrinya.. “Kenapa mesti malu, kamu itu istri aku. Kita sudah menikah kok. Kecuali kalau aku bawa anak perawan tanpa status kemari baru kamu boleh malu.” “Ih, enak aja, awas kalo kamu berani begitu. Aku pasti marah banget.” Setela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN