Eisha mengangguk dengan pasti. "Kau tenang saja aku pasti akan merawatnya dengan baik." Gadis itu mendadak teringat tentang suatu hal. "Oh, ya, Maynard, apa Permaisuri Celia akan diberitahu soal luka Pangeran Kenzie?" "Aku kurang tahu Nona. Kita lebih baik tunggu Pangeran saja," jawab Maynard. Eisha pun mengangguk mengerti. "Baiklah, kalau begitu." *** Eisha sedang duduk di kursi berbantal empuk di punggungnya di balkon ruang belajar. Jubah merah muda membalut tubuh gadis itu. Di langit sang Dewi Bulan menggantikan Raja Siang yang kembali ke peraduannya. Suara hewan-hewan malam terus berbunyi, seolah mengatakan ketika malam datang alam milik kami. Eisha menikmati angin dingin yang berhembus menerbangkan sebagian rambut bagian depannya yang sengaja diurai. Mata gadis itu menutup

