Eisha memutar bola matanya malas mendengar perkataan Pangeran Kenzie yang kelewat percaya diri. Apa semua pangeran dan putri percaya dirinya memang selalu tinggi, ya? Tidak salah juga, apalagi mereka adalah keturunan dari kaisar dan raja. Udara malam semakin dingin seiring dengan waktu yang terus berjalan. Gadis itu mengeratkan mantel yang membalut tubuhnya. "Pangeran, aku tak pernah melihat hewan peliharaanmu," ujar Eisha yang tersadar akan hal tersebut. "Aku memang belum sempat mencari hewan spiritual bukan karena aku tidak mampu menaklukannya. " Pangeran Kenzie mengatakannya sambil menatap bulan dan bintang yang ada di langit. Dia merasa merasa tersinggung dengan ucapan pelayan pribadi sekaligus muridnya itu. "Jika seratus tahun yang lalu, aku tak tertidur panjang, aku pasti sudah

