Karena hasil kerja semua orang, kini pihak manusia sudah memiliki sejumlah besar pasukan. Tentu saja pasukan tersebut terbentuk oleh para mhonyedt yang sebelumnya sudah masuk ke dalam jebakan dan sudah melewati proses yang panjang. Proses yang pada akhirnya membuat para mhonyedt saat ini memiliki kekuatan yang besar. Serta di sisi lain juga hanya akan mematuhi perintah yang diberikan oleh pihak manusia yang memang sudah menaklukan mereka.
Eksperimen yang diberikanoleh Mavro dan Hial memang sangat sukses. Bahkan kini Mavro juga sudah menambah eksperimen yang ia lakukan pada pasukan mhonyedt tersebut. Yaitu dengan membuat para mhonyedt tersebut benar-benar memiliki peningkatan dalam kekuatan mereka. Sehingga secara perlahan, para mhonyedt yang sudah dimodifikasi tersebut memiliki kemiripan yang besar dengan bangsa Draconian.
Tentu saja Calvin dan yang lainnya menyadari hal tersebut. Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang membicarakan hal aneh tersebut. Sebab mereka semua memiliki satu pemikiran yang sama. Yaitu ini semua adalah cara yang Mavro gunakan untuk melawan para Draconian. Jika mereka memiliki pasukan yang kemampuannya mirip dengan musuh yang mereka lawan, tentu saja itu adalah hal yang sangat masuk akal bagi mereka untuk lebih mudah melawan mereka semua.
Sesuai dengan rencana yang sudah disusun sebelumnya, kini pasukan mhonyedt yang sudah dimodifikasi tengah menyerang markas-markas yang dimiliki oleh bangsa Draconian. Lagi-lagi, saat pasukan tengah bersusah payah melakukan penyerangan, maka Mavro dan yang lainnya hanya akan mengawasi melalui monitor yang menayangkan rekaman langsung yang dilakukan oleh drone yang diterbangkan secara khusus. Calvin terlihat sangat tenang, tetapi jantungnya saat ini berdetak sangat hebat.
“Hingga kapan kita akan terus menyerang markas-markas ini?” tanya Calvin.
Zayn melirik Calvin. Tentu saja ia bisa memahami kegelisahan yang dirasakan oleh Calvin tersebut. Ia pasti sangat mencemaskan Clara, sama seperti apa yang ia rasakan saat ini. Sementara itu. Hial yang juga mengerti pun menjawab, “Kita akan melakukannya hingga mereka semua mulai menurunkan pengamanan pada markas pusat.”
“Benar. Bukankah kalian sendiri yang mengatakan bahwa adik Calvin disandera? Kalau begitu, kita harus sebisa mungkin menarik kekuatan mereka agar tidak terfokus pada markas utama. Setelah itu, barulah kita bisa melakukan rencana kita selanjutnya. Jika kita melakukannya dengan baik. Sudah dipastikan jika kita menyelamatkan adik Calvin dengan selamat sesuai dengan rencana,” ucap Mavro menambahkan.
Calvin yang mendengar penjelasan tersebut pun menghela napas. Ia pun mengangkat pandangannya dan bertanya, “Lalu apakah kita masih membutuhkan tambahan pasukan?”
“Sebenarnya saat ini pasukan yang kita miliki sudah lebih dari cukup. Hanya saja, aku rasa tidak ada salahnya jika kita menambah lagi pasukan yang kita miliki. Toh, kita sendiri tidak tahu, apakah serangan main-main kita untuk memecahkan konsentrasi mereka, tidak akan menjadi korban. Karena itulah kita harus bersiaga. Terlebih untuk rencana utama kita,” ucap Hial.
“Benar. Kita harus mempersiapkan masalah ini dengan baik-baik. Kita harus mengisi persediaan senjata dan persediaan pasukan. Kita tidak boleh lengah, walaupun hingga detik ini semuanya berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tambah Mavro membuat semua orang yang mendengarnya sepakat untuk kembali bekerja keras untuk menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan peperangan yang mungkin akan terjadi dalam waktu yang sangat dekat.
Sementara di sisi lain, ulah yang dilakukan oleh para mhonyedt yang dikendalikan tersebut benar-benar sudah membuat Ostra merasa sangat terganggu. Sebenarnya, ia bisa membaca gerakan semua ini sebagai usaha untuk memecah konsentrasi. Sungguh, orang yang menjadi otak dari semua pergerakan ini adalah orang yang sangat picik dan kurang ajak baginya.
“Aku tidak bisa tinggal diam lagi. Kita semua sudah menanggung kerugian yang sangat besar,” ucap Riolo karena sangat kesal.
Semenjak kemarin, Ostra tidak memberikan perintah lanjutan mengenai situasi yang tengah terjadi. Sudah ada setengah markas cabang yang tersebar di sepenujuru area yang sudah mereka kuasai, yang kini diserang secara bergantian atau bahkan bersamaan oleh pasukan mhonyedt. Terlebih, pasukan mhonyedt itu sangat kuat dan sulit untuk dikalahkan. Bahkan oleh para prajurit yang sebelumnya sudah dipersenjatai dengan senjata canggih yang dirancang sendiri oleh Riolo.
Tentu saja semua ini terasa sangat memalukan bagi Riolo. Selain mereka diserang dan kesulitan untuk mengendalikan situasi, mereka juga mengalami kerugian karena kerusakan yang terjadi. Semua itu membuat Riolo merasa sangat bersemangat untuk segera melakukan perlawanan balik. Hanya saja, Ostra selalu berkata untuk membiarkan semuanya ditangani oleh para prajurit yang bertugas. Seakan-akan Ostra ingin melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh para prajurit yang sudah dilatih dalam waktu yang lama tersebut.
“Kita tidak bisa terus seperti ini. Prajurit kita perlu mendapatkan pengarahan langsung dari kita di lapangan. Selain itu, kita juga mendapatkan laporan bahwa para mhonyedt yang menyerang lebih kuat daripada sebelumnya. Selain itu ternyata mereka juga semakin terlihat mirip kemampuan fisiknya dengan kita. Bukankah itu sangat mencurigakan? Bahkan saat ini Gaal tengah menganalisis masalah ini,” ucap Riolo berusaha untuk mendesak Ostra mengambil tindakan.
“Diamlah. Aku perlu waktu untuk berpikir,” ketus Ostra dan terlihat menatap peta yang sudah ditandai. Ia berusaha untuk membaca rencana musuh yang tengah melawannya ini. Tentu saja ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan yang bisa saja menciptakan sebuah celah yang membuat situasi menjadi semakin kacau pada akhirnya.
Ostra lebih dari yakin, bahwa saat ini siapa pun yang tengah menjadi musuhnya tengah berusaha untuk memecah konsentrasi kekuatan mereka. Ostra merasa sangat jengkel dan pada akhirnya berkata, “Kalau begitu, sekarang kita akan turun langsung ke lapangan. Kita akan pastikan bahwa kita menyelesaikan masalah ini tanpa membuang waktu terlalu lama. Karena kita tidak boleh sampai menciptakan sebuah celah yang bisa manfaatkan untuk menyerang kita lebih jauh lagi.”
“Baik, aku mengerti. Kalau begitu, aku akan mempersiapkan keberangkatan kita,” ucap Riolo sembari mengangguk dan bergegas untuk berbalik pergi dan melakukan apa yang memang harus ia lakukan sebelum keberangkatan mereka ke markas cabang.
Sementara Ostra yang ditinggal pun mengeluarkan sebuah senjata api dari lacinya dan memeriksa persediaan pelurunya. Ostra memeriksa senjatanya tersebut sembari bergumam, “Entah mengapa firasatku terasa sangat buruk. Sungguh, aku berharap tidak ada hal buruk yang terjadi dan membuat situasi semakin runyam.”
**
“Apa yang terjadi sekarang?” tanya Clara pada Gaal yang memang bertugas untuk mengirimkan makanan dan obat untuk Clara. Sekaligus memeriksa kondisi kesehatan Clara sebagai tugasnya.
Pertanyaan yang diajukan oleh Clara sama sekali tidak terasa mengejutkan bagi Gaal. Sebeb sebelumnya Gaal sebelumnya sudah menjelaskan situasi yang membuat Ostra semakin lama tidak bisa menemui Clara. Karena itulah, Clara merasa sedikit merasa lega. Mengingat jika Ostra memang tidak berusaha untuk memburu kakaknya, sebab saat ini ia tengah disibukkan dengan situasi yang tidak terduga. Di mana beberapa markas miliknya tengah diserang oleh pasukan mhonyedt.
Gaal merasa jika situasi saat ini memang sangat tidak nyaman. Hal itu terjadi karena selain situasi yang kacau di luar sana karena serangan yang dilakukan oleh para mhonyedt, Gaal sendiri merasakan jika ada yang aneh saat dirinya melakukan penelitian. Ia merasa jika para mhonyedt yang ia terliti, memiliki banyak perubahan yang membuat mereka semakin terlihat mirip dengan bangsa mereka. Seakan-akan memang semua itu dirancang untuk menciptakan senjata hidup yang memiliki kemampuan yang seimbang dengan kemampuan bangsa Draconian.
Dengan hal ini, semakin yakinlah Gaal dengan teori bahwa memang Si Hitam yang menjadi dalang semua ini. Gaal menghela napas dan dirinya pun menatap Clara dan menjawab, “Kau bisa tenang. Kakakmu saat ini sama sekali tidak terancam. Sebab Ostra dan Riolo saat ini tengah sepenuhnya fokus untuk menangani penyerangan yang tengah terjadi. Jadi, kau tidak perlu merasa cemas lagi.”
Meskipun saat ini Gaal sudah menjelaskannya dengan pasti, bahwa Clara saat ini tidak perlu mencemaskan kemungkinan bahwa kakaknya terluka karena tertangkap oleh Ostra atau Riolo, Clara tidak bisa berhenti untuk merasa cemas. Itu masih tidak pasti. Bisa saja setelah menyelesaikan penyerangan ini, Ostra dan Riolo akan segera melakukan perburuan pada manusia yang masih tersisa. Jika bertekad, tentu saja tidak menutup kemungkinan bagi Ostra untuk segera menangkap sang kakak.
Clara terlihat memikirkan masalah tersebut dengan sangat serius. Kecemasan terlihat menghiasi wajah cantiknya. Hingga Clara hanya terus memainkan makanannya tanpa berniat untuk menyantapnya. Tentu saja itu membuat Gaal menghela napas. Padahal, Gaal ingat dengan jelas bahwa Ostra pernah berkata padanya bahwa Clara memiliki selera makan yang sangat tinggi. Terlebih setelah usia kandungannya semakin bertambah. Seakan-akan Clara memang tidak akan berhenti makan sebelum perutnya sepenuhnya terisi penuh.
“Jangan memainkan makananmu seperti itu. Makanlah, tadi saja kau tidak makan dengan benar. Jadi setidaknya pastikan bahwa kau makan dengan benar hari ini,” ucap Gaal. Tentu saja dirinya harus memastikan bahwa setidaknya saat ini Clara makan dengan benar. Sebab jelas, ia harus memastikan bahwa kesehatan Clara tetap terjaga. Mengingat saat ini dirinya memang bertanggung jawab untuk memastikan hal tersebut.
Namun, Clara yang mendengar hal itu pun memasang ekspresi masam. “Apa kau pikir aku masih bisa menelang makanan di situasi seperti ini? Aku bahkan tidak berpikir bisa membuat makanan ini masuk ke dalam mulutku,” ucap Clara tampak begitu kesal karena Gaal terus memaksanya untuk makan.
Gaal pun menghela napas panjang. Ternyata apa yang dikatakan oleh Ostra memang tidak salah. Clara benar-benar keras kepala hingga dirinya merasa pusing untuk menghadapinya. Namun, Gaal berusaha untuk tetap tenang dan memikirkan cara untuk mengawasinya. Ia pun berkata, “Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku sama sekali tidak mengatakan omong kosong. Kau bisa tenang. Kakakmu tidak akan tertangkap dengan mudah.”
“Kenapa kau bisa kau mengatakan hal itu dengan mudah?” tanya Clara meminta penjelasan lebih lanjut. Tentu saja Clara tidak mungkin bisa merasa tenang jika dirinya belum mengetahui hal lebih lanjut mengenai ini. Setidaknya, jika Clara mengetahui semuanya dengan detail, dirinya bisa bernapas dengan lega dan setidaknya bisa memastikan bahwa kondisinya juga baik-baik saja demi bertemu dengan kakaknya kembali.
Gaal pun kembali menghela napas dan berkata, “Tentu saja, sebab sebelumnya Ostra sendiri sudah memimpin pasukan untuk melakukan penyisiran. Namun, ia tidak menemukan satu pun manusia. Ia hanya menemukan gerombolan mhonyedt yang pada akhirnya menambah pekerjaan baru untukku. Intinya, kau bisa tenang. Sebab jika pun nantinya Ostra dan Riolo kembali melakukan pencarian manusia, sepertinya akan sulit bagi mereka untuk menemukannya. Sebab hal itu terjadi karena manusia seakan-akan hilang di telan bumi. Hingga tidak meninggalkan jejak satu pun.”
Clara yang mendengar hal itu tentu saja merasa sangat terkejut sekaligus merasa bingung. Rasanya sangat mustahil para manusia bisa bersembunyi dengan sepenuhnya menghindari radar para draconian. Terlebih mengingat fakta bahwa sebelumnya mereka sudah kehilangan tempat persembunyaian sempurna mereka. Dan tengah berada dalam proses untuk menemukan tempat persembunyian yang baru. Ekspresi Clara terlihat sangat serius.
Gaal mendengkus karena melihat Clara yang masih keras kepala untuk memikirkan hal tersebut. Ia pun berkata, “Sudah kubilang, sekarang kau tidak perlu mencemaskan hal tersebut. Aku bisa menjamin jika mereka akan baik-baik saja. Karena Ostra dan Riolo saat ini hanya tengah berfokus untuk menghadapi para mhonyedt yang kini bertambah liar dan kuat. Asal kau tau, sekarang kami semua tengah sibuk dan begitu repot mengahadapi semua itu.”
Jujur saja, Gaal hanya membicarakan hal yang positif agar membuat Clara lebih tenang. Lalu Clara bisa kembali makan dan setidaknya beristirahat tenang. Gaal tidak mengungkapkan kemungkinan terburuk yang ia pikirkan. Bisa jadi, para manusia yang tidak mereka temukan itu sudah musnah karena menjadi santapan para mhonyedt yang bertambah liar serta kuat itu.