Musuh Baru

1902 Kata
Semua orang terkejut saat mereka terus mengikuti arah kepergian Drone yang ternyata membawa mereka ke sebuah tempat yang di bangun di bawah tanah. Tempat tersebut adalah tempat persembunyian yang dibangun secara khusus oleh Mavro. Walaupun sekilas, bisa terlihat dengan jelas bahwa tempat persembunyian tersebut dibangun dengan sangat terstruktur seperti jalur pelarian tikus yang memiliki banyak cabang. Ada juga banyak alat dan tekhnologi yang belum pernah para manusia lihat, termasuk oleh Hial yang pada dasarnya adalah seorang ilmuan. Ternyata Mavro juga tidak tinggal sendirian. Ia tinggal dengan sekitar lima belas manusia yang juga bersembunyi di tempat persembunyian tersebut. Lima dia antaranya terlihat mengenakan jas dokter seperti yang dikenakan oleh Mavro, menunjukkan bahwa kelimanya adalah orang-orang yang juga bekerja di labaolatorium bersama dengannya. Sementara sisanya sepertinya hanya manusia yang mengerjakan beberapa pekerjaan seperti membereskan tempat persembunyian dan sejenisnya. Terlepas dari semua itu, kini Calvin dan rombongannya mendapatkan sambutan yang cukup baik dari sang tuan rumah. Begitu mereka sampai di tempat persembunyian yang nyaman tersebut, Mavro menyambut mereka dan mengarahkan ke tempat yang nyaman. Lalu, mereka pun menyajikan minuman dan makanan yang sangat layak. Hal yang mengejutkan bagi Calvin dan rombongannya, karena mereka bahkan tidak pernah berpimpi akan memiliki kesempatan untuk makan semua itu di situasi bumi yang sudah seperti ini. Mavro yang seakan-akan bisa membaca apa yang dipikirkan oleh para tamunya itu pun berkata, “Kami sudah tinggal di tempat persembunyian ini dalam waktu yang lama, dan kami sudah melakukan banyak hal. Salah satunya adalah mengembangkan bahan makanan kami sendiri, agar kami benar-benar tidak perlu terlalu sering untuk naik ke permukaan dan menghadapi risiko berbahaya bertemu dengan bangsa Draconian. Silakan nikmati makanan kalian.” Tentu saja anggota rombongan Calvin yang sudah merasa kelelahan dan lapar, tidak membuang waktu untuk segera makan serta minum apa yang sudah mereka terima. Tersisa Calvin, Zayn, dan Hial yang masih terlihat berhati-hati. Atau lebih tepatnya, hanya Calvin dan Zayn yang terlihat berhati-hati. Sebab Hila sendiri saat ini tidak terlihat berhati-hati, tetapi lebih terlihat seperti seseorang yang sangat penasaran dan penuh harap. Hial berdiri dari tempatnya dan bertanya, “Apa aku bisa meminta waktu untuk berbicara denganmu?” Mavro mengangguk. Sebab jujur saja, ia sendiri sudah menunggu untuk bertemu dengan Hial yang sebelumnya sudah membahas mengenai keluarga Brooks dan mengaku menjadi salah satu dari anggota keluarga tersebut. Rasanya, Mavro sudah sangat lama tidak mendengar nama keluarga tersebut. Hal itu secara alami membuat Mavro merasa sangat bersemangat. Mengingat dirinya sendiri memiliki ikatan yang cukup kuat di masa lalu dengan salah satu anggota keluarga Brooks yang memang berstatus sebagai gurunya. “Tentu saja, kita bisa bicara bersama,” ucap Mavro. Lalu melangkah pergi untuk menunjukkan tempat yang bisa mereka gunakan untuk berbincang secara pribadi. Namun, saat Hial akan pergi, ia sudah lebih dulu ditahan oleh Calvin dan Zayn. Tentu saja keduanya tengah menagih apa yang sudah dijanjikan oleh Hial. Di mana Hial berjanji bahwa dirinya akan menceritakan apa yang memang ia ketahui. Menyadari jika kedua sahabatnya itu merasa penasaran, pada akhirnya Hial pun berkata, “Jika kalian penasaran, kalian bisa ikut untuk mendengarkan pembicaraan kami. Itu juga akan mempersingkat waktu, karena pembicaraan kami akan menjelaskan semua hal dengan jelas.” Pada akhirnya Calvin dan Zayn pun mengikuti Hial menuju ruangan di mana Mavro sudah menunggu. Mavro sendiri tidak merasa tekejut atau keberatan dengan bergabungnya dua orang tersebut. Sebab Mavro sendiri tidak akan membicarakan sesuatu yang rahasia atau memang tidak bisa didengar oleh orang lain selain dirinya atau Hial. Ternyata kini mereka tengah berada di ruang kerja Mavro, dan mereka pun duduk dengan nyaman di kursi yang memang sudah disediakan. Sebelum memulai pembicaraan, Mavro pun bertanya, “Apa kalian ingin makan dan minum dulu? Kurasa kalian juga merasa lelah dan lapar. Kalian bisa makan di sini jika mau.” Namun, Calvin dan Zayn dengan kompak menggeleng. “Kami masih bisa menahan rasa lapar kami,” ucap Calvin. “Ya, benar. Selain itu, kami tidak memiliki alasan untuk mengundur pembicaraan kalian. Kami di sini hanya ingin mendengar pembicaraan kalian, yang menurut Hial akan menjelaskan dan menjawab semua rasa penasaran yang kami rasakan ini,” tambah Zayn. Membuat Hial yang mendengar hal itu pun mengangguk dan menatap Mavro. “Aku pernah mengetahui namamu. Tepatnya dari catatan yang ditinggalkan oleh ayahku,” ucap Hial. Mavro yang mendengar hal tersebut pun tampak terkejut. “Tunggu, dari catatan yang ditinggalkan oleh ayahmu? Apa mungkin, ayahmu adalah Reid? Kau adalah putra dari guruku?” tanya Mavro membuat Hial yang mendengar pertanyaan tersebut pun mengangguk. “Benar. Aku adalah putra dari Reid,” jawab Hial terlihat cukup lega karena memang salah satu pertanyaan yang mengisi kepalanya kini sudah terjawab. Sebelumnya, Hial memang belum pernah bertemu dengan Mavro. Namun, Hial yang memang memiliki catatan penelitian sang ayah, pernah membaca mengenai sosok Mavro dalam catatan tersebut. Saat Hial tumbuh menjadi dewasa, secara alami Hial tentu saja ingin bertemu dengan Mavro yang dulu menjadi seorang murid yang sangat disayangi oleh ayahnya. Mavro yang mendengar jawaban tersebut pun terlihat sangat lega dan berkata, “Akhirnya, aku bertemu denganmu. Aku pikir, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan putra dari guruku itu. Setelah Draconian datang ke bumi dan peradaban kita hancur, kita memang tidak bisa hidup dengan normal. Aku juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak, hingga benar-benar harus mengisolasi diri dan tidak membuka diri untuk berjuang bersama yang lainnya.” Terlihat bahwa Mavro merasa menyesal karena dirinya tidak bisa membantu Hial dan rombongannya lebih awal. Sebab memang sejak awal kehancuran bumi, ia sudah tidak lagi berhubungan dengan sang guru. Karena itulah, ia juga tidak tahu jika putra dari gurunya yang belum pernah ia temui tersebut sudah tumbuh dewasa dan kini bahkan juga memiliki ketertarikan yang sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan medis. Hial yang mengerti kecemasan Mavro pun menggeleng. “Aku mengerti, situasi kita memang sangat sulit hingga tidak memungkinkan untuk memikirkan masalah lain selain keselamatan kita sendiri. Namun, untuk sekarang aku memiliki sesuatu yang ingin kutanyakan mengenai penelitian yang kau lakukan dengan ayahku,” ucap Hial membuat ekspresi Mavro tiba-tiba menjadi sangat serius. Membuat Hial yang melihat hal tersebut tiba-tiba merasa sangat gugup. Sebab dirinya merasa jika sepertinya Mavro sendiri sudah bisa memperkirakan apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya. “Apa yang ingin kau ketahui? Jika kau memiliki catatan penelitian yang dimiliki oleh guru, sudah dipastikan jika kau tahu semua hal mengenai penelitian yang kami lakukan,” ucap Mavro. “Aku hanya ingin mengonfirmasi satu hal. Apa benar, jika kau membantu ayahku dalam meneliti teori ramalan yang dilakukan oleh leluhur keluarga Brooks?” tanya Hial membuat Calvin dan Zayn yang mendengar hal itu sama-sama mengernyitkan kening mereka. Meskipun Calvin dan Zayn sama-sama bukan seseorang yang mendalami dunia medis, atau berasal dari keluarga peneliti, mereka semua sama-sama saling mengenal keluarga mereka satu sama lain. Karena itulah, mereka juga tahu mengenai teori ramalan yang dilakukan oleh leluhur keluarga Brooks. Terlebih, teori tersebut cukup terkenal. Bukan dengan cara yang positif, tetapi dengan cara yang cukup negatif. Sebab teori tersebut sangat berbanding terbalik dengan apa yang diperkirakan oleh para ilmuan pada masanya. Di masa teori itu muncul, para ilmuan sepakat bahwa peradaban manusia akan semakin maju. Namun, ilmuan yang berasal dari keluarga Brooks mengutarakan teorinya bahwa menurutnya para manusia tidak akan mendapatkan kejayaan peradaban yang lebih lama. Secara bertahap, para manusia yang cerdas akan kembali pada hakikat mereka yang berasal dari manusia purba yang dikatakan seperti monyet yang tidak cerdas. Lalu peradaban manusia pun akan hancur begitu saja, dan manusia pun pada akhirnya akan binasa. Semula, teori tersebut memang menjadi bahan olok-olok. Namun, seiring berjalannya waktu, saat para manusia satu per satu berubah menjadi mhonyedt dan peradaban manusia tidak lagi bertahan, teori itu pun diakui. Nama keluarga Brooks pun dikenal sebagai keluarga yang memiliki para ilmuan yang cerdas dan jenius. Hanya saja, semua itu percuma. Sebab saat ini saja mereka semua tidak memiliki waktu untuk memuji orang lain, sebab semua orang disibukkan dengan upaya mereka untuk bertahan hidup. Mavro yang mendengar hal itu pun mengangguk. “Benar. Kami memang memiliki proyek untuk meneliti teori tersebut. Sayangnya, aku dulu hanyalah seorang anak didik yang bahkan sangat pemula dalam dunia tersebut. Jadi, aku tidak terlalu memiliki banyak ingatan dan pengetahuan mengenai penelitian tersebut. Kurasa, kau akan lebih mengetahui masalah penelitian tersebut dari catatan penelitian guru yang kau miliki,” ucap Mavro menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur. Hial yang mendengar hal itu pun terlihat cukup kecewa dengan apa yang dijelaskan tersebut. Namun, Hial pun mengangguk dan berkata, “Aku harap, kita bisa membicarakan mengenai ayahku di lain waktu.” “Tentu saja. Aku sama sekali tidak keberatan untuk melakukan hal tersebut. Tapi, untuk saat ini, kalian lebih baik istirahat saja dulu. Kalian bisa makan lalu pergi ke tempat yang sudah disediakan untuk kalian beristirahat. Tidak perlu sungkan, kalian semua bisa tinggal di sini, selama yang kalian inginkan. Sebab bersama-sama dalam situasi yang sulit seperti ini, jelas lebih baik daripada berpencar dan kesulitan,” ucap Mavro secara terbuka membuka tempat persembunyian tersebut untuk menerima rekan-rekan yang berada dalam pihak yang sama. _________________ Saat para manusia kini menyambut kehidupan yang lebih baik karena bertemu dengan sosok yang memiliki kehidupan yang lebih baik, maka Gaal saat ini tengah menghadapi situasi yang cukup serius. Hingga ia pun meminta untuk melakukan pertemuan dengan Jenderal Besar dan Letnan Jenderal yang memang statusnya lebih tinggi daripada dirinya. Tentu saja Ostra dan Riolo sama sekali tidak keberatan untuk melakukan apa yang sudah diminta oleh Gaal tersebut. Alhasil, kini mereka pun melakukan pertemuan yang memang sudah diminta oleh Gaal. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Ostra. “Kalian ingat bukan bahwa aku masih memiliki beberapa bahan penelitian mencakup mhonyedt dan manusia normal? Aku pun melanjutkan penelitian dan pada akhirnya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Sesuatu yang rasanya juga akan membuat kalian cukup terkejut,” jawab Gaal membuat Riolo mendengkus. “Ayolah, jangan berbelit. Katakan saja apa yang kau temukan. Jangan membuatku merasa penasaran seperti ini,” desak Riolo setengah jengkel karena saat ini seperti mempermainkan dirinya yang memang sangat penasaran dengan apa yang dibicarakan olehnya. Gaal pun menunjukkan laporan hasil penelitian yang terlihat sangat rumit dan dipenuhi oleh berbagai istilah medis yang bahkan tidak bisa dimengerti oleh Ostra yang memiliki kecerdasan yang luar biasa itu. “Aku tidak bisa mengerti hal ini, Gaal. Aku harap kau menjelaskannya,” ucap Ostra. Gaal menghela napas lalu berkata, “Aku membandingkan sampel otak mhonyedt, manusia yang sebelumnya sudah kalian tangkap, dan milik Clara.” Ostra seketika mengernyitkan keningnya. Merasa sangat tidak senang karena Gaal melakukan penelitian yang melibatkan Clara tanpa meminta izin terlebih dahulu dari dirinya. Gaal pun merasakan tatapan yang tajam dari Ostra tersebut, tetapi dirinya berusaha untuk mengabaikannya dan melanjutkan penjelasan mengenai penelitian yang sudah ia lakukan. “Ternyata, aku menemukan bahwa penurunan kapasitas otak yang membuat para manusia menjadi mhonyedt adalah hal yang terjadi bukan tanpa alasan atau karena mereka secara alami. Aku menyadari sesuatu yang tertanam pada gen para manusia yang sudah berubah menjadi mhonyedt itu,” ucap Gaal terlihat menggebu-gebu dalam menjelaskan hal tersebut. Ostra yang mendengar hal itu pun mengernyitkan keningnya lalu menebak, “Itu artinya, ada sesuatu atau bahkan seseorang yang menjadi dalang dalam perubahan para manusia serta hancurnya peradaban manusia?” Gaal mengangguk. “Tepat sekali. Dan aku juga yakin, orang itu jugalah yang membuat para mhonyedt yang lemah berubah menjadi mhonyedt yang sangat liar dan memiliki kekuatan yang tidak teduga seperti yang kalian hadapi beberapa saat yang lalu,” ucap Gaal membuat Ostra dan Riolo saling bertatapan. Secara alami, ketiganya pun merasakan bahwa ada musuh baru yang mengancam mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN