Aku terbangun saat perutku merasakan mual yang amat parah. Kusibakan selimut yang menutupi tubuhku dan langsung saja berlari ke kamar mandi karna sudah tak kuat menahan mual. "Huueeeekkk...." hah kenapa dengan ku. Kenapa begitu pusing. "Huek.. Hueek..." lagi lagi aku memuntahkan isi perutku. Aku terduduk di atas lantai toilet, karna badanku terasa begitu lemas. "Hueeekk" aku membungkukan badanku lagi namun kali ini berbeda karna aku merasakan pijatan lembut di tengkuku. Yah siapa lagi kalau bukan Rian. Perlahan rasa mualku mulai mereda namun masih saja trasa lemas. "Kamu kenapa sa ?" tanya Rian lembut namun tak ku jawab karna aku merasa begitu tak bertenaga. Aku memekik saat merasakan tubuhku melayang dengan segera aku mengalungkan tanganku di leher Rian dan menyembunyikan wajah ku

