Selepas kepergian Mira ke dapur, aku langsun mengecek kirimanku tadi. Selulas senyum tercetak di sudut bibirku saat melihat kirimanku. Aku membayangkan bagaimana ekspresi Mira nanti saat menerima hadiah dariku. Perlahan aku berdiri dari tempat duduku, namun memang semua pergerakan ku sekarang selalu saja susah dengan perut besarku. Bahkan untuk beranjak dari tempat tidurpun aku masih kepayahan. Di saat aku tengah sibuk berusaha membangunkan tubuhku, sepasang tangan membantuku untuk bangun, ku tolehkan kepalaku dan senyumku pun langsung mengembang. Mira, yah dialah yang saat ini tengah membabtuku, dia sangat cekatan dan perhatian setiap menjagaku. Aku bersyukur memiliki asisten rumah tangga seperti dirinya. "Mbk mau kemana?" "Ohh ini mau kedapur liat kamu, apa kuenya udah jadi?" ta

