"Rian tunggu." aku terus saja melangkah dengan raut wajah kesal tak menghiraukan teriakan Monic. jelas saja kesal, gimana gak kesel coba kalo Monic terang-terangan menciumku di depan banyak orang dan jelas saja itu membuatku marah.. "Riaaan..!!" teriaknya yang masih tak ku hiraukan, namun langkahku terhenti saat lenganku di tariknya. aku tak ingin menolehnya karna aku masih kesal. "lo kenapa sih yan. kenapa lo jadi kayak gini sama gua ?!" ucapnya sedikit berteriak, "kenapa yan. kenapa ?!"aku masih tak memperdulikannya. dengan malas aku aku memutar tubuhnya dan menatapnya tajam. "lo mau tau alasannya ?" Monic hanya mengangguk sebagai jawabannya. "karna gua udah punyak sesuatu yang berharga dan gua gak mau nyakitin dia walau sedikit aja. apapun itu walau lo sahabat gua tapi gua gak

