Setelah selesai dengan karedok, akhirnya Rian dapat bernapas lega karna dia bisa keluar dari tempat penyiksaan itu. Rian langsung menuju sepedahnya dan menunggu kedatangan Fisa dengan sabar sembari mendesah kepedesan. Rian memperhatikan keadaan sekitar yang terlihat mulai mendung dan akan menunjukan hujan akan turun. 'Ck... barusan aja panasnya kayak di neraka. Ehh ralat di oven aja lah. Kan belum pernah keneraka, nah sekarang. Udah mendung aja' langit siang itu sudah berubah menjadi sangat gelap, seolah ingin menumpahkan semua air yang tak tertahan lagi. Langit pun seolah tau dengan suasana hati Rian dan seolah ingin menemani kesedihan dan derita Rian yang di alami Rian, dengan menurunkan hujannya. "Udah?" tanya Rian saat melihat Fisa keluar dari warung tersebut. "Udah kok. Yuk jal

