Tian mengecup kening Galina dengan lembut sebagai bentuk kasih sayang dan betapa bahagianya ia setelah apa yang baru saja mereka lakukan. " Aku nggak tau kata apa yang bisa menggambarkan perasaan aku saat ini selain aku sangat bahagia, sayang. Aku bahkan nggak mau tahu lagi masa lalu kita berdua saking bahagianya. Yang aku tahu sekarang kamu dan aku udah satu. Kita suami istri yang sah. Dan aku nggak mau melepaskan kamu lagi. Kamu milik aku dan aku milik kamu. Dan akan selalu seperti itu. Kamu setuju kan?" ucap Tian dengan memeluk erat sang istri yang sama- sama masih dalam satu selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua. Gina hanya mengangguk perlahan meski masih ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya. " Kamu nggak menyesali apapun kan?" tanya Tian dengan mendekatkan wajah

