" Mbak Lidya udah tidur?" tanya Gina pada Endi yang baru saja duduk di hadapannya. " Udah... Kiraz juga udah tidur sama mbak Dewi." jawab Endi dengan menghela nafas dengan berat. " Kok kamu nggak pernah cerita soal ini? Udah sering Lidya ngomong gitu sama kamu?" tanya Endi dengan serius hingga Gina langsung menutup layar laptop miliknya. " Baru beberapa hari yang lalu sih... Dan aku juga kaget. Aku malah nyalahin diri sendiri apa aku yang ngasih gesture berlebihan sampai mbak Lidya bisa mikir sejauh itu atau karena emang kondisi psikis mbak Lidya yang emang belum stabil." " Aku lebih ke opsi kedua. Dia sedang merasa nggak percaya diri dengan keadaannya." ucap Endi yang paham dengan ketidak nyaman Gina saat ini. " Maaf ya, Gin..." sambung Endi. " Kok maaf sih, mas? Aku malah nggak ena

