Dirga terkejut ketika mendengar suara tangisan wanita. "Itu seperti suara Aisyell!" Dirga keluar dan berlari ke arah kamar Aisyell. Pria paruh baya itu semakin kuat mendengar suara tangisan Aisyell ketika tepat di depan kamar Aisyell. Dirga tidak langsung masuk namun mendekat kan telinganya di daun pintu. "Benar, Aisyell memang sedang menangis," ucap Dirga. "Aisyell, kamu menangis?" tanya Dirga dari balik pintu dan mengetuk pintu kamar Aisyell. Namun Aisyell tidak menjawab dan malah mengeraskan tangisannya. Dirga merasa ada yang tidak beres, dirinya dengan gugup membuka kamar gadis itu. "Aisyell kamu kenapa?" tanya Dirga mendekati tubuh Aisyell yang sudah di balut selimut dan terduduk di lantai. Dirga berjongkok dan melihat sekeliling kamar Aisyell, tidak ada siapapun di

