52| Penebusan Dosa

1423 Kata

"HALO, Ma?" Dengan ditemani rintikan hujan yang saat ini tengah membasahi bumi, Nasya sesekali menyentuh kaca pembatas di dalam balkon apartmentnya. Sedang satu tangan lainnya ia pergunakan untuk menempelkan benda pipih itu ke telinga. "Iya, Nasya baik-baik aja. Kuliah juga baik, Mama gimana? Eyang sehat jugakan?" Dalam hampa, gadis itu terlihat menampilkan senyumnya saat suara Namala—Eyang putrinya, terdengar menyambut hangat dirinya dari dalam telfon. Menggantikan Mamanya untuk menyapa. "Iya, akhir pekan Nasya kesana. Tolong titip jagain Mama ya, Eyang." Bukan lagi menjadi suatu hal yang mengejutkan jika Eyang putrinya memiliki fisik yang jauh lebih gagah dari Nindya—anaknya. Jadi, jangankan Nando, bodyguards yang mengenakan seragam serba hitampun pasti akan lari jika sudah terkena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN