SUDAH semenjak Nasya menginjakan kaki di dalam area perpustakaan kampusnya dan mulai membaca sebuah buku mengenai fashion marketing yang berada di London ini, sosok tampan berkacamata yang kini tengah meletakkan kepalanya diatas meja itu tak henti-hentinya memandangi. Bahkan sesekali Nasya dapat melihat senyum yang terukir dibibir indah itu, membuat fokus yang susah payah dirinya bangun mendadak runtuh. Meski tetap saja, ia masih berusaha untuk membaca buku dihapadannya walau kini, sudah tak ada satupun ilmu yang dapat masuk ke dalam kepalanya. Berpura-pura fokus dengan bacaannya kalau saja Derren tidak dengan manisnya menarik ujung rambut tergerai Nasya sebelum memainkannya dengan jari tangannya. Hal menggemaskan yang membuat Nasya gagal untuk terus berpura-pura mengabaikan cowok itu.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


