MULUT Nasya hampir saja jatuh ke lantai dengan kedipan mata yang berkali-kali gadis itu pancarkan. Terlihat berusaha untuk tak mempercayai apa yang baru saja Derren perlihatkan kepadanya. "Are you serious right now?" Mencoba untuk tak terpancing emosi, sekali lagi Nasya mencoba untuk memutar kepalanya. Berhasil mendapati pintu apartment bernomor 277 yang adalah apartment miliknya. Kemudian, kepala itu kembali berputar, menatap pintu bernomor 235 yang adalah apartment milik Derren. Iya, Derren Nielsen si cowok jenius. "Katanya mau nunjukin apartment lo." "Iya, ini apartmentnya." Sempat menyibakkan rambut panjangnya sebelum manik abu itu menatap Derren horor, "Seriously, Derren? Lo beli apartment di depan persis pintu apartment gue?" Sudah tak kuat mengulum senyum, Derren terlihat mem

