UDARA malam hari yang dapat dirinya nikmati dari balkon lantai dua rumah milik Derren ini, berhasil menjernihkan pikiran dari gadis bermanik abu itu. Mencoba untuk memejamkan matanya agar usapan lembut dari angin yang menyapa wajahnya, semakin terasa. Sesekali, ia nampak tersenyum kala pikirannya kembali melayang pada apa yang sudah cowok berkacamata itu lakukan demi dirinya. Merasa kalau kini, ia tak perlu lagi menghadapi masalah seorang diri. Karna Derren berjanji akan selalu ada jika dirinya membutuhkan bantuan. "Belum tidur?" Hampir saja melompat saat suara bariton itu tiba-tiba menyapanya, segera membuka kedua matanya sebelum manik abunya disambut oleh manusia tampan yang tengah dirinya pikirkan. "Lo jalan melayang, ya?" geram Nasya sembari mengusap dadanya pelan, berusaha menena

