Episode 61

696 Kata

Suara angin berdesir membuat gadis ini hanya bisa terdiam. Sudah lebih dari tiga jam dia duduk di antara dua makam dari orang yang berarti baginya. Tania dan Danu. Ada ribuan rasa yang tak bisa dia ungkapkan kepada batu itu. Biarlah pepohonan yang menjadi saksi bisu di sana. "Tepat setelah umur Devany yang ketujuh belas,Devany baru bisa ketemu sama papa dan mama. Devany kangen sih memang iya. Tapi,Devany udah dapet keluarga yang selalu Devany kangenin. Ada papa Agung,mama Dina,ada Kevin,ada Suji,dan ada Ciko. Devany udah gede ma, mungkin udah bisa buat KTP. Hehehehe,makanya mama sama papa itu sehat-sehat disana. Biar sewaktu nanti Devany jadi dokter anak,Devany bisa nyembuhin banyak yang sakit. Oh iya,Devany bawa potongan pertama dari kue ulang tahun Devany. Harus papa sama mama Ding do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN