Episode 34

1862 Kata

Pagi yang cerah. Matahari bersinar tanpa terhalangan oleh sang awan. Jalanan yang penuh orang-orang sibuk pun mulai berwarna. Devany tak berkedip memandangi luar jendela dari angkot yang sedang dinaikinya. Pagi yang indah. Tanpa sapaan hangat. Tanpa lelucon lucu. Tanpa motor. Tanpa helm. Dan tanpa Ciko. Waktu subuh tadi Ningsih sudah pergi keluar kota. Meninggalkan Devany sendiri dengan suasana hening dalam rumah. Devany kembali bebas. Dia memasak namun merasa hambar. Dia belum bisa memastikan kalau hari ini dia dan Ciko takkan bercengkrama lagi. Apa mungkin? Entahlah! Biarkan keadaan yang akan menjawabnya. "Minggir pak!" Seru Devany ketika sudah berada didepan gerbang sekolah. Dia turun lalu memberikan ongkos pas. Hingga seseorang melewatinya tanpa menoleh sedikitpun. "Ciko..." G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN