Sore itu di Pondok Pesantren Al-Hikmah, suasana yang biasanya sudah tenang berubah menjadi sangat sunyi, seolah sebuah selimut kesepian melingkupi seluruh kompleks pondok pesantren. Angin musim kemarau berhembus perlahan, membuai lembut dedaunan kering yang berserakan di halaman. Di pojok belakang pondok pesantren, berdiri bangunan perpustakaan tua dengan cat krem yang terlihat pudar karena termakan oleh waktu, jarang sekali disinggahi santri-santri di saat sore seperti ini. Hanya Syarifah, seorang pustakawan junior, yang setia menjaga tempat itu, ditemani oleh tumpukan buku kuning yang usang dan rak-rak kayu yang kini makin sering berderit. Namun, hari itu ada sesuatu yang berbeda. Sejak siang, santri-santri junior seperti Zahra dan Nisa sering mendengar desas-desus tentang "suara aneh"
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


