Firna turun dari taksi menatap pagar rumah besar dihadapannya yang menjulang tinggi sudah cukup lama dirinya tidak kesana, ditekan nya beberapa kali bel rumah besar itu hingga seorang security datang mengintip dari celah pagar besar itu. "Ada perlu apa?." Firna berbalik menghadap pagar membuat mata sang security melotot terkejut dan buru-buru membuka pagar besar itu. "Non Firna, benaran ini non Firna?." Tanya nya dengan nada yang masih kaget. "Lama nih, panas tau diluar." Firna menghentakan kaki nya ke tanah sambil cemberut. "Maaf non, ayo masuk." "Panas, mana payung nya." Firna berdecak membuat security itu cepat-cepet mengambil payung di pos nya. "Ayo non, saya payungin." Firna melengos masuk berjalan menuju pintu utama rumah besar itu yang jaraknya lumayan jauh karna halaman yan

