Kutarik napas dan mengembuskannya perlahan, hanya dengan cara itu rasa sakit di perut ini bisa diatasi. Untungnya tak berselang lama Mas Lutfi datang. "Mas, tolong perutku sakit kayanya mau lahiran deh," ucapku sambil meringis. Wajah Mas Lutfi langsung panik. "Duh gimana ini? mana mobil Mas mogok lagi di bengkel." "Pesan grab aja, Mas," sahutku sambil meringis memegang perut "Hape Mas juga lobet lagi." "Pake hapeku, ya ampuun!" Jengkel sekali rasanya, aku yang mau melahirkan dia yang panik. Sambil menunggu mobil pesanan datang aku jalan-jalan santai di teras, satu tas besar perlengkapan bayi dan melahirkan sudah siap dipegang Mas Lutfi. Tiba-tiba ada Kirana masuk ke pekarangan rumahku, mungkin sejak tadi ia memperhatikanku dari dalam rumahnya. "Mbak Risti kenapa?" tanya wanita it

