Mereka benar-benar pergi ke sebuah spa yang cukup terkenal. Dikenal karena pelayanan yang bagus, dan juga harga yang sesuai dengan kualitas. "Jadi kakak keduanya mau melakukan massage dan spa bersama ya." Sang receptionist mengonfirmasikan keinginan kedua sejoli itu. Segera dibalas anggukan oleh Natasha. Garlanda hanya diam. Membiarkan Natasha saja yang bicara. "Baik, Kak. Mari silakan duduk dulu. Supaya tim kami bisa melakukan persiapan dulu." "Iya, Kak." Natasha senantiasa tersenyum ceria. Ia menggamit tangan Garlanda supaya mereka bisa duduk berdampingan di atas sofa dengan kulit sintetis, berwarna oranye cerah itu. Natasha menatap Garlanda sembari tersenyum. Yang kemudian dibalas senyum pula olah laki-laki itu Natasha merasa semakin ada yang aneh. Ia sudah menyadari keanehan Ga

