Tale 162

1029 Kata

Niall berlari di lorong yang tercipta dari celah padang ilalang. Ia terdiam menatap cerahnya langit di atas sana. Ketika lelah ia duduk menikmati betapa teduh duduk antara tingginya ialang. Sesekali tersenyum teringat akan kebahagiaan yang ia terima dalam hidupnya. Namun sesekali tampak murung karena kesedihan, dan sesal atas perbuatan yang sebenarnya tak bermaksud ia lakukan. Niall berbaring terlentang di antara Padang ilalang. Memejamkan matanya karena terik matahari yang silau. Ia menggunakan jemari tangannya untuk menghalau silau. Kini ia bisa membuka matanya kembali. Masih menikmati keindahan ilalang yang tiada terperi. Garlanda setia mengambil video atas segala apa pun yang Niall lakukan -- atas arahannya. Ia tahu, asal tidak diminta beraksi di depan kamera, Niall akan luwes melaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN