Baru juga remaja itu melangkah, Garlanda langsung berusaha menghentikannya. "Tunggu dulu!" Garlanda agak sedikit terburu-buru, karena ia benar-benar tidak mau mangsanya itu kembali pergi. Apa gunanya ia duduk di sini, jika apa yang ia tuju malah pergi duluan. "Anda memanggil saya?" Remaja itu tampak bingung, sampai menunjuk dirinya sendiri. Garlanda lega karena ia bersedia untuk berhenti melangkah sekadar untuk menanyakan sebuah kepastian tentang siapa yang sebenarnya Garlanda ajak bicara. Garlanda segera mengangguk. "Iya, benar. Kamu yang aku maksud." Ia pun mengernyit. Kini semakin bingung. Ada apa gerangan orang asing ini berbicara dengannya? Terlihat ia berusaha menghindari kontak mata dengan Garlanda. Yang membuat Garlanda menahan tertawa. Karena ia pasti menganggap, Garlanda s

