Natasha menangis sejadi-jadinya sepanjang ia berjalan menelusuri jalanan di malam hari. Seakan tak cukup dengan suasana malam yang gelap, petir menyambar, diikuti dengan hujan deras yang seperti tanpa basa-basi, langsung saja mengguyur bumi dengan begitu derasnya. Natasha tak tahu harus ke mana malam itu. Orang yang paling ia cintai, telah menjelma menjadi orang yang paling besar menyakitinya. Belum pernah Natasha merasakan sakit hingga seperti ini. Baru satu kali ini ada orang yang tega mengkhianati dirinya sampai hancur lebur seperti ini. Sakit hatinya begitu menguras energi. Ia terduduk di pinggir trotoar. Masih bingung harus pergi ke mana. Satu-satunya orang yang ada di pikirannya, hanya Felix seorang. Begitu merasa bersalahnya Natasha pada Felix. Laki-laki yang jelas sangat baik

