"Mommy, dia sesak nafas!" Sontak Ara langsung menoleh ke arah Kenneth yang memang sedang kesusahan bernafas. Prang! Ara tidak memperdulikan bagaimana nasib wadah kukis itu, sebab melihat Kenneth yang demikian membuatnya langsung membuang benda itu tanpa berpikir dua kali. "Tuh kan dibilangan malah ngeyel!" Kata Ara sembari dengan cepat menghampirinya. Ara membantu pria itu untuk bangun setengah badan meski agak kesusahan sebab badan pria itu yang lebih besar dibandingkan dirinya. Menjadikan kesempatan, Kenneth memeluk Ara dengan erat, dan berbisik, "aku susah nafas." Bisiknya terdengar kesusahan. Bugh! Dengan tega Ara memukul da*a Kenneth. Tidak hanya itu, ia juga mencubit pria itu tanpa ampun. "Ini lah akibatnya. Sudah tahu gak bisa makan coklat, masih aja keras kepala!" Ara sa

