Ara menutup pintu kamarnya. Ia menghapus air matanya yang sudah tidak bisa ditahan. Di dalam sana ada Kendrick yang baru saja terlelap setelah cukup lama memberontak tidak mau tidur. Ara melakukan segala cara untuk membujuk putranya tidur, bahkan dengan alasan yang tidak masuk akal sekalipun, contohnya dengan berbohong kalau setelah Kendrick tidur nanti, akan ada Higon yang menunggunya untuk pergi liburan sembari mencoba speed boat yang pria itu janjikan dulu. "Bagaimana? Dia sudah tidur?" Tanya Edward. Dia ikut tidak bisa tidur sebab mendengar tangis Kendrick yang berteriak mencari Higon. Ara mengangguk lemah. "Dia selalu seperti ini sejak Higon meninggal. Aku harus membujuknya ekstra. Satu hari setelah Higon meninggal pun dia tidak bisa tidur. Seharian penuh menangis di dalam kamar m

