"Ini jaketmu!" Ara melepas jaket milik Kenneth, memberikannya kembali. Bukannya menerima, Kenneth malah memasangkannya benda itu lagi. "Malam ini sangat dingin. Pakailah jaketku. Ada aroma parfum ku juga yang masih menempel. Anggap aja kalau sekarang aku sedang memelukmu via jaketku. Bukankah itu terdengar romantis?" Ujar Kenneth sembari tersenyum manis. Entah itu gombalan atau tidak, pipi Ara memerah. Ia menahan senyumnya untuk jangan terlihat kentara, atau nanti pria di depannya ini akan semakin gencar memberikannya gombalan demi gombalan. "Oke. Terimakasih kalau begitu. Aku akan pakai sampai besok. Besok kalau sudah di cuci baru aku kembalikan," Ara hanya tersenyum tipis, namun berkebalikan dengan apa yang ada dalam hatinya sekarang. "Jangan berdebar terlalu kencang atau nanti

