"Ken...." Ara mencoba untuk menggapai lengan Kenneth. Namun pria itu tak ingin di sentuh sejak meninggalkan lorong rumah sakit. Ia sangat emosi dan sampai di perjalanan kini, ia belum juga menetralisir rasa amarahnya. Berulang kali Ara mencoba untuk berbicara dengannya, namun ia terus saja terdiam seribu bahasa. Kendrick tidak bertanya apapun. Biasanya anak kecil ini selalu cerewet, namun sekarang tidak. Ia hanya duduk santai kursi belakang, meluruskan kakinya yang masih dipasang gips. Tak pernah luput, Ara selalu melihat ekspresi kemarahan Kenneth saat ini. Begitu terlihat jelas tanpa di sembunyikan sedikitpun. Ara yang melihatnya menjadi sedikit terganggu. Ia kurang nyaman dengan suasana yang tercipta sekarang ini. "Ken... Ayo lah, bicara sesuatu." Pinta Ara. Suaranya sedikit berg

