12. Hari pertama kerja

1520 Kata

Raffa memandangi tampilan Zeeya yang telah menunggu dirinya di teras. "Gimana Mas, tampilanku sudah cocok jadi asisten Mas Raffa, belum?" tanya Zeeya dengan mata berbinar. Raffa sebenarnya terkagum akan penampilan Zeeya, sederhana, tapi terkesan anggun. "Mana ada psikopat cocok jadi asisten." Tentu saja Raffa tak akan memuji Zeeya. Gadis itu hanya bisa cemberut. Tidak beberapa lama Mama Nita keluar dari rumah, mereka berdua berpamitan kepada wanita paruh baya tersebut. Sepanjang perjalanan diisi oleh celoteh Zeeya. Ada saja bahan darinya untuk bercerita yang membuat telinga Raffa berdengung. "Zeeya, apa kamu tidak bisa berhenti bicara?!" Raffa tampak kesal. Sepertinya keputusan dia menjadikan Zeeya asisten ternyata salah. Dia memang sedikit terkagum kemarin dengan kemampuan Zeeya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN