Hari ini Zeeya ke kantor menggunakan blus putih dengan blazer dan celana hitam. Rambutnya disanggul menyisakan beberapa helai rambut di bagian depan. Gadis itu selalu tampak manis apalagi dengan senyumnya yang tak pernah luntur. Tidak ada yang tahu dialah tersangka pelaku pembunuhan sadis yang dirumorkan adalah seorang psikopat. "Pagi, Kak Hannah," sapa gadis itu riang. "Pagi, Zee. Kamu tetap menggemaskan hari ini." Hannah memeluk Zeeya. Entah mengapa walau belum ada bukti Zeeya bukan pelaku pembunuhan itu, tapi Hannah tidak takut dan tak ingin menjauhi Zeeya. Setelah berpelukan bagai Teletubbies dengan Hannah, Zeeya segera menemui Raffa di ruangannya. "Masuk!" Panggilan itu terdengar dari dalam ruang CEO. "Pagi, kenapa Mas Raffa pagi banget datangnya aku jadi kelihatan telat." Z

