Bimbang

1039 Kata

Malam hari begitu dingin, udara malamnya menusuk ke pori-pori kulit Zanna. Dia dengan tas ransel kecilnya, tak tau ingin kemana. Ini ide yang buruk untuk pergi tanpa sepengetahuan Clive, namun Zanna butuh waktu untuk sendiri, dia ingin menjernihkan pikirannya. Pedih yang dia rasakan, ada sesuatu yang mengganjal. Ciuman Clive dengan Jane membuat Zanna menjadi terluka dan tak tau harus bagaimana. Dia memejamkan matanya, menikmati angin yang begitu dingin, menemani setiap luka yang menusuk. "Hei, dompet kamu jatuh." Suara seorang lelaki bermata hazel dengan wajah tampan dan manisnya memberikan Zanna dompetnya yag terjatuh. Zanna mengerjapkan matanya, Angga. Lelaki itu kini ada di hadapannya, dengan senyuman ramahnya. "Ah iya terima kasih," ucap Zanna. Dia cepat-cepat menyeka air matanya y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN