Zanna menutup pintu kamarnya, dia masih memikirkan kata-kata Jane tadi, apa benar jika Clive memang pernah berbuat seperti itu kepada Jane? Rasanya Zanna ingin marah, namun dia berusaha untuk menahan dan berpikir positif, ia berharap apa yang dikatakan Jane bukanlah hal yang benar. Zanna yakin jika Jane hanya mengada-ada agar dia cemburu. “Zann, aku pergi dulu ya,” ucap Clive. “Iya Mas, hati-hati.” Zanna keluar kamar lalu mencium punggung tangan Clive, dia berjinjit dan mencium pipi Clive. Zanna hanya berharap apa yang dikatakan Jane tadi saat mereka hendak pulang bukanlah apa-apa, dia berharap Clive benar-benar kembali ke kantor, bukan untuk bertemu dengan Jane. Clive tersenyum kecil menanggapi sikap Zanna yang manis, dia melambaikan tangannya dan naik ke mobil. Sebenarnya Zanna masih

