Zanna belum menjawab, dia mengambil gelas di meja dan meneguk air yang ada di dalamnya. Mimpi Zanna adalah menjadi seorang desainer yang memiliki butik. Dia menjadi bingung apakah harus mengikuti Clive. Kalau dia ikut, dia bisa saja terlambat mendaftar PTN. “Bagaimana?” tanya Clive lagi untuk kedua kalinya. Zanna tidak bisa menjawab, dia masih bingung detik ini. Dia pasti mementingkan pendaftaran perguruan tingginya, jika tidak dia bisa terlambat nanti dan tidak mengikuti ujian PTN. “Sepertinya tidak bisa Mas, aku di sini saja. Aku sepertinya harus mendaftar PTN mas karena kalau terlambat nanti hilang kesempatanku satu tahun.” “Tidak apa-apa Mas, aku di sini saja. Lagipula kan ada Clara dan Mama Papa, tenang saja.” Clive lalu menarik Zanna, membiarkan gadis manis itu duduk di pangkuanny

