Clive menatap Zanna yang sedang tertidur, dia tidak tega meninggalkan Zanna sendirian. Apalagi dia merasa ada kejanggalan dalam diri Zanna. Sebenarnya Clive enggan memeriksakan Zanna ke psikolog, dia masih ragu, rasanya Zanna terlihat baik-baik saja. Clive mengemasi barang-barangnya sebelum Zanna bangun, besok subuh dia harus sudah berangkat, dia meminta Arnold, sekretaris barunya untuk memesankan tiket dua orang. “Mas? Mas Clive?” panggil Zanna yang baru saja terbangun. Clive meletakkan kopernya lalu menghampiri Zanna. Dia mengusap kepala Zanna dengan penuh perasaan. Dia khawatir dengan Zanna yang penuh tekanan, Clive merasa bersalah saat Zanna tau dia berciuman dengan Jane, ini memang salahnya. Seharusnya Clive tidak berhubungan lagi dengan Jane sejak awal. “Iya? Sudah bangun? Mau

