Semua orang duduk dengan tegang. Wajah mereka sangat dingin mengisyaratkan jika suasana kali ini sedang tidak baik-baik saja. Baik Asoka maupun orang tua Aldo sama-sama diam. Sedangkan Aldo hanya berdecak kesal berada ditengah-tengah suasana menegangkan seperti ini. Ini bukan yang pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini. Bahkan ini sudah ke-lima kalinya setelah Asoka pulang dari Singapura. Berkali-kali Asoka datang berkunjung untuk mendekati orang tua Aldo lagi tapi tetap saja tidak ada yang berubah. "Assalamualaikum.." Salam seseroang dari arah pintu depan. Semua orang yang sedang duduk di ruang tamu menoleh ke arah pintu. Bibirnya yang semula mengerucut kini berubah menjadi sebuah senyuman. Bu Erna dengan cepat bangkit dari duduknya dan menghampiri tamu tersebut. "Riri kamu d

