Bab 77

1789 Kata

Aldo membanting pintu kamarnya setelah dia sampai di rumah. Dia tidak peduli jika ada seseorang yang melihatnya dalam keadaan yang berantakan seperti ini. Dua kancing kemeja atasnya dia lepas, kemeja yang semula terlihat rapi masuk ke dalam celana, kini sudah kusut dan tidak beraturan. Lengan kemeja dia gulung sampai ke siku. Rambut yang awalnya rapi kini terlihat berantakan. Aldo benar-benar terlihat sepeti orang yang frustasi. Aldo duduk dilantai dengan punggung yang dia sandarkan ke lemari kaca. Kepalanya dia sandarkan ke lemar yang ada di belakangnya. Matanya menatap langit-langit kamar berwarna putih dengan tatapan kosong. Dia benar-benar tidak percaya dengan kata-kata Asoka, tapi memang itu kenyataannya. Hingga akhirnya ketukan pintu kamar berbunyi. Suara itu membuyarkan lamunan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN