Asoka menoleh ke belakang ketika telinganya mendengar seseorang memanggil namanya. Asoka berharap seseorang itu adalah orang yang dia harapkan. "Asoka.." Panggil orang itu lagi. Senyum Asoka masih tersungging di bibirnya namun tak selebar sebelumnya. Karena orang yang memanggilnya bukanlah orang yang dia harapkan. Namun tetap saja Asoka bahagia karena ada seseorang yang rela menyusulnya hingga ke bandara. "Mbak, Mas." Sapa Asoka pelan kepada Bagas dan Nana begitu mereka sampai di depan Asoka. Nana dan Bagas mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Setelah berlari tadi membuat jantung mereka berdegup kencang. Namun itu semua tidak berarti untuk Nana dan Bagas karena mereka masih bisa mengucapkan selamat tinggal untuk Asoka. Mereka kira mereka akan terlambat karena jalanan tadi macet seka

