Danieru kini hanya bisa duduk sambil berpura-pura tenang, dirinya dan Jay tidak mengeluarkan suara sedikit pun karena rasa takut. Di hadapan mereka kini seekor ular besar sedang menutup mata, sisiknya berwarna kuning keemasan, dan ukurannya benar-benar besar. Mata ular itu perlahan terbuka, menatap ke arah Danieru dan juga Jay yang mungkin sudah menunggunya bangun sejak tadi. “Apa kau ingin bicara dengan wujud seperti itu, Cancri?” tanya Jay. Danieru yang mendengar nama pemimpin Golden Snake disebut hanya bisa menelan ludahnya kasar. Tidak ... bagaimana bisa ular sebesar itu dan semengerikan itu adalah pemimpin mafia Golden Snake? Ini bukan fantasi, mereka hidup di dunia normal dan hal seperti ini sudah melebihi kapasitas otaknya untuk berkhayal. Danieru menelan ludah, ia cukup kaget s

