"Tadi apa yang kamu bicarakan dengan Delfan?" Anca duduk di samping Mori yang bersiap-siap akan pulang. "Hal sepele." Mori mengedikkan bahu. Perempuan itu menjawab tanpa menatap lawan bicaranya. "Apa?" "Kamu ingin tahu?" tanya Mori, menoleh ke samping kanan, tempat Anca berada. "Kalau tidak mau tahu, lalu untuk apa aku bertanya?" sinis Anca dan mulai meregangkan ototnya. "Ngomong-ngomong, aku lapar. Bisa buatkan aku makanan, Mor?" "Aku sudah masak." "Oke. Jadi, apa yang kamu bicarakan dengan Delfan?" Mori berpikir sejenak, memilah kata yang tepat. "Dia, temanmu?" "Siapa?" "Delfan." "Bukan." Mori mengernyit bingung. "Dia sahabat sekaligus asistenku," ujar Anca tak acuh. Mori mengangguk saja dan bersiap berdiri tapi tangannya ditahan oleh Anca, membuatnya kembali duduk di tempat

