Setiba di jakarta , aku menunggu pak dodi yang akan menjemputku di bandara.
Kamu dina , kan ? Tanya seseorang yang memegang pundakku.
Aku menoleh kebelakang. Ternyata pak dodi telah tiba.
Iya , pak ! Sahut ku dengan suara rendah.
Kamu lapar ? Biar kita makan dulu di warung sekitar sini ' tawar pak dodi.
Iya pak . Saya lapar. Sahut ku dengan cepat.
Kami pun pergi kewarung terdekat untuk makan siang. Sehabis makan siang aku dan pak dodi pulang ke rumahnya.
Sesampai di rumah pak dodi , aku terpana melihat megahnya rumah pak dodi. Begitu luas halamannya. Indah dipenuhi bunga - bunga.
Hei , kok melamun. Ayo masuk ' ucap pak dodi mengagetkan ku.
Iya pak , maaf saya belum pernah liat rumah sebesar ini sebelumnya. Jadi saya terbengok sendiri. Hhihi.... Ucap ku dengan tertawa kecil.
Pak dodi pun tersenyum melihat aku yang masih awam tentang kehidupan di kota.
Nanti kapan - kapan kamu bisa ikut keliling kota jakarta bareng istri saya ' tawar pak dodi padaku.
Bapak emang ga punya anak ? Tanya ku dengan heran
Belum , dina. Saya dan istri saya terlalu sibuk bekerja ya jadi belum sempat berfikir ke situ. Jawab pak dodi dengan cepat.
Ayo , masuk. Biar saya tunjukkan dimana kamar kamu. Ucap pak dodi sembari berjalan kedalam rumahnya.
Sesampai di dalam rumah aku terheran heran. Rumah seluas dan semegah ini hanya ditempati sepasang suami - istri tanpa anak. Pasti sudah bisa ditebak betapa sunyinya rumah ini.
Ini kamar kamu ya. Kamu segera beres beres diri. Saya masih banyak kerjaan. Jadi saya tinggal kamu dulu ya. Ucap pak dodi sambil berlalu meninggalkan aku sendiri dirumahnya.
Selepas itu aku pun segera mandi , membereskan rumah dan memasak untuk majikanku nantinya makan makan.
Tidak terasa jam menunjukkan jam 7 malam. Ku lihat ada 2 mobil masuk ke halaman rumah. Ya , mereka adalah majikanku dan istrinya. Mereka beda mobil.
Mungkin mereka beda perusahaan ' guman ku dalam hati.
Mereka pun masuk kerumah. Aku sedikit terkejut. Mereka kan suami istri. Tapi mereka seolah seperti tak peduli satu dengan yang lainnya.
Mungkin kah begini kehidupan kota ? Ucap ku dalam hati.
Mereka terlalu sibuk dengan handphone mereka maSing - masing.
Pak , bu . Makan malam udah siap ' ucapku pada mereka yang masih sibuk dengan handphone masing - masing.
Duluan pa. Mama tadi udah makan diluar. Ucap bu dinda , istri pak dodi.
Papa juga tadi udah makan diluar. Balas pak dodi sembari fokus ke handphone nya.
Baiklah kalau begitu pak. Saya permisi. Ucapku sembari berlalu.