"Apa maksudmu?" tanya Leo. Ia menatapku dengan tatapan serius. "Ah sudahlah, lupakan saja." Aku mengusap wajahku pelan, percuma bicara pada Leo. Ia tidak akan bisa mengerti. "Baiklah, kita lupakan saja. Ayo cepat, aku harus mengantarmu pulang jika tidak kau bisa dihabisi oleh ayahmu sendiri nantinya," ujar Leo. "Sebelum menghabisiku kau yang akan lebih dulu dihabisi," gumamku. "Ayo cepat, jangan hanya diam seperti itu, wajahmu terlihat sangat jelek," goda Leo yang sama sekali tidak membuatku tertarik untuk tertawa. "Aku tidak ingin pulang malam ini." Entah kenapa aku mengatakan hal seperti itu. Tapi aku ingin, aku ingin tetap berada di antara mereka semua, terutama Leo yang ku pikir-pikir cukup asik. Ia menatapku, ia sepertinya sangat shock mendengar perkataan ku barusan. "K

