Aku kembali ke rumah dengan perasaan yang campur aduk. Aku merasa benar-benar hancur saat ini. Aku merasa kesepian dan tidak tau arah lagi. Berkali-kali aku mengecek ponselku, dan melihat kontak pesan dan juga log panggilan tapi orang yang sejak beberapa minggu terakhir aku tunggu tak kunjung menghubungi ku atau bahkan mengirimiku pesan. Bagaimana bisa dia meninggalkan aku tanpa mengucapkan salam perpisahan padaku. Aku duduk menatap nanar plafon kamar milikku. Sudah lebih dari satu setengah jam aku berada di kamar dan tak kunjung keluar. Ayah sudah menungguku sejak tadi tapi aku sama sekali tidak memiliki niat untuk keluar sekarang, untuk bicara dan menemuinya aku sama sekali tidak ingin. "Anna, ayo keluar sekarang. Kita akan makan malam bersama." Suara ketukan pintu ayah terdengar jela

