Bab 16

1107 Kata
Hari ini Dilan duduk sendiri di pojokan. Beberapa kali dia menguap, ngantuk pastinya karna kalo malam keseringan main game. "Hoaaeem! Ngantuk bett, anjirr!" seru Dilan lirih, tapi tetep mampu di dengar oleh Galaxy yang duduknya paling dekat sama meja Dilan. Dilan mulai pada aksinya, membuka buku paket Geografi dan menaruh tegak di meja depannya. Lalu dia sembunyi di depan buku untuk bersiap tidur. "Woy!" Dilan yang baru merem beberapa detik itu langsung terkesiap. Sampai buku paketnya jatuh ke depan saking kagetnya. Astaga... Bos ngagetin," keluhnya, mengusap d**a yang jadi berdebar. "Tidur aja sih lo kerjaannya" ucap Yuka. "Yaelah bos, ngantuk gua semalam abis begadang." Jawab Dilan "Belajar lo?" Seru Galaxy "Yakaliiiiiiii ... ahaha" jawab Dilan " Minggu depan udah Ujian kita" ujar Galaxy. "Libur dong ya anak kelas X dan XI" jawab Yuka "Yaiyalah bos. Kenapa lo gak bisa ketemu pujaan hati lo ya? Ahahaha" seru dilan "Aahh.. gampang itu, tinggal gue culik aja dia nanti" jawab Yuka asal. "Ish.. serem amat lo boss" sahut Galaxy. "Tapi beneran tuu adik kelas lo pacarin bos? Apa cuma iseng iseng berhadiah? " tanya Dilan "Kepoooo " ucap Yuka "Laaah si boss ngaco nih " ujar Dilan *** Sementara di kelas Della dan Erky sedang jam kosong . "Aduh.... " ringis Della. "Lo gapapa? " tanya Naomi pada Della. " duh perut gue kram, kaya nya mau dapat deh " jawab Della " laaah.. trus bawa gak lo? " tanya Naomi "Enggak sih .. gue ke UKS ajalah ya, biar minta disana aja" jawab Della "Mau gue temenin? " tanya Naomi "Enggak deh.. gue sendiri aja" jawab Della. "Okey" ucap Naomi Della pun berdiri dari bangku nya dan menuju ke arah tempat duduk Amel. "Hhmm.. mel gue izin ke UKS ya. Sakit perut gue datang bulan" izin della ke amel, karena amel ketua kelasnya. "Oh oke" jawab Amel . Della pun menuju ke UKS sendirian . Karena rasa perutnya tidak nyaman, jadi dia mau berbaring aja di UKS. Sesampai nya disana, ternyata UKS sedang sepi. Seperti nya dokter jaga sedang keluar kembali. Della pun langsung tiduran di Ranjang. Tidak lama hape nya bergetar .. Ddrtt... "Lo dimana?" Ternyata pesan dari Yuka. "Gue di UKS" jawab della. "Laah ngapain? " tanya Yuka "Sakit perut" jawab Della. "Ok" balas yuka Laaah.. OK doang? Della terheran dengan balasan Yuka . ** Di kelas Erky nyamperin Naomi, karena dia lihat Della tidak kembali ke kelas lama sekali . "Mi.. della mana?" Tanya Erky. "Ke UKS.. " jawab Naomi "Ngapain?" Tanya Erky "Datang bulan, sakit perut dia" jawab Naomi "Oh.. oke" balas Erky . Tidak lama Wali kelas mereka masuk, memberitahukan bahwa selama anak kelas 3 Ujian . Mereka semua belajar di rumah. Erky pun urung nyamperin Della ke UKS. Sedangkan di UKS sana... "Dell..." panggil Yuka ketika sampai di UKS. Ia pun mendekati Della yang duduk menyandar di atas ranjang. "Gue nggak apa-apa. Cuma perut gue nyeri sampai kram aja. tiduran sebentar juga mendingan." Jelas Della mengusap bagian perutnya. "Gue anterin pulang aja," tawar Yuka, menatap tak tega pada kekasihnya ini. Bibir Della sedikit mengerucut dengan wajah yang terlihat berfikir. "Lo ntar ketinggalan pelajaran. Nggak apa-apa emang?" Yuka berdecak. "Buat gue, pelajaran sama elo, lebih pentingan elo." "Diih," Della nabok lengan Yuka mendengar kata lanjutan Yuka tadi. Hampir aja dia seneng denger gombalannya. "Nggak usah ah. Lagian, ini udah mendingan sih." Jawab Della Yuka mengambil kursi dari plastik yang ada di sana, membawanya duduk tepat di samping ranjang yang dipakai Della " Mau gue elus nggak? Siapa tau perut lo cepet sembuh." Ucap Yuka Della menahan untuk tak tertawa mendengar tawaran dari kekasihnya ini. Apa lagi melihat Yuka yang tersenyum menggoda dengan kedua alis yang naik turun. Nih kode, udah pasti ngelusnya beda arah. "Jangan aneh-aneh ya! Kita lagi di UKS. Nanti bisa di skors kalo sampai ada yang laporin ke guru." Peringatan Della dengan wajah sedikit galak. Yuka jadi menoleh, lalu menatap jendela yang kacanya sangat bening. "Kalo gitu gue kunci pintunya dulu." Della yang mendengar hal itu malah perutnya jadi nambah kram. Yuka pun kembali setelah mengunci pintu, lalu menutup tirai putih, membuat mereka tak akan bisa terlihat dari kaca jendela sana. "Mana sini, biar gue elus," ucap Yuka. Della menepis tangan Yuka yang hampir mendarat di perutnya. "Gue lagi sakit, kalo lo mau tau!" kesalnya, wajahnya cemberut, mendongak menatap Yuka yang emang ganteng. Kedua bahu Yuka melemah. "Lah, mau dibantuin kagak mau." "Gue paham ya, maksud kata 'elus' yang tadi lo ucapkan!" galak Della. "Mening Anterin gue pulang aja." Ujar Della. "Yaelah, dell," keluh Yuka. "Tadi mau dianter kagak mau, sekarang pintu udah gue kunci malah minta dianterin. Ntar kalo pintu udah gue buka lagi, jangan bilang lo minta gue kawinin ya!" "Cckk!" Della berdecak, memukul sisi perut Yuka dengan bibir yang menahan untuk tak tertawa. Yuka menunduk, tanpa aba-aba bibirnya menyambar bibir Della. Cuma bentar, karna Della mendorong dadanya. "Ka, iihh!" rengek Della, mengusap bibirnya yang jadi basah kena salivanya Yuka. "Cium dikit, baru ntar kita keluar." Pintanya. Nggak perlu nunggu persetujuan Della, tangan Yuka sudah mendarat di tengkuk Della, menyesap bibir bawah Della seperti biasa yang sudah sering dia lakukan. Sedangkan tangan nya mulai menjelajahi punggung Della. Della melengkuh dengan satu tangan mencengkeram lengan Yuka yang bergerak di tubuhnya. Kedua mata memejam, menikmati apa yang Yuka lakukan. Yuka melepaskan ciuman saat bibir sudah terasa kebas. "Ka..," rengeknya saat tangan Yuka mulai merambat ke d**a nya dan mau membuka kancing baju bagian atas. "Boleh gak? bentar aja," pintanya, merengek juga. "Tapi- " Della kalah, Yuka udah berhasil membuka kancing bajunya, lalu mulai meremas d**a nya dan mencoba mengeluarkan salah satu dadanya dari tanktop dan bra nya. Yuka seolah tidak mendengar dan melanjutkan kegiatannya. "Eeggh...." Della membekap mulut saat Yuka mulai menyesaap begitu kencang puncak dadanya. Satu tangan memegang bahu Yuka, mengamati cara cowok itu yang sangat mirip bayi kehausan. "Ka... jangan kenceng-kenceng. Sakit ka..." ucap Della. Yuka pun Melepaskan sesapan nya " sorry gue gemes" Della pun mendesah tanpa sadar saat Yuka kembali menyesap dadanya. Sampai satu dadanya itu seperti mau masuk ke mulut Yuka semua. Yuka pun tersenyum dengan gigi yang menjepit puncak d**a Della, Yuka pun melirik Della yang ternyata mengamatinya. Della jadi membuang muka dan menahan untuk nggak kembali mendesah. Permainan Yuka sangat kasar, berbeda dengan yang di lakukan Erky kemarin, Yuka melakukan nya sangat terburu buru dan rasanya sakit sekali. Akhirnya jatuhlah airmata Della. Dan Della menghapus airmata itu buru buru . Ia tak mau sampe Yuka melihatnya. Mungkin sekitar lima menit lebih Yuka dan Della keluar dari ruang UKS mengakhiri kegiatannya . Della pun berjalan lebih dulu menuju ke tempat parkir, menunggu pacarnya mengambil tas nya di kelasnya sambil meminta izin untuk Della pulang .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN