~Happy Reading~ Matahari kembali menyapa tubuh empat perempuan di kamar nomor sepuluh itu, satu persatu dari mereka terbangun dan saling melemparkan senyum satu sama lain. “Pagi, Lis,” sapa Selfi. “Pagi juga kak.” “Anak-anak siap hari ini kita berjuang lagi?!” tanya Selfi mencoba membangun semangat diantara mereka. “Siap, kak!” jawab mereka serentak. Baru saja semangat mereka terkumpul, kemudian terdengar suara ketukan pintu yang kencang dari luar. “Far, buka pintunya, Far. Ini gue Nando!!” teriak orang itu dari luar sambil menggedor-gedor pintu dengan keras. Mereka saling berpandangan, apa gerangan yang terjadi pada Nando hingga ia bersikap seperti ini pagi-pagi. Orang yang dipanggil namanya tadi lah yang membuka pintu tersebut, “Lo, kenapa Nan?” Belum sempat menjawab, Nando sud

