22. Kebenaran Part. 5

893 Kata

~Happy Reading~ Pukul lima sore, mereka bertiga sampai di sebuah caffe bernuansa tenang dan terdengar sayup-sayup suara musik yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa rileks. “Lo bilang apa sama Dera?” tanya Nando. “Jujur aja, gue bilang mau nyelesain masalah sama Lisa dia pasti ngerti.” “Baguslah, akhir-akhir ini gue rasa Dera makin dewasa.” Ujar Nando. “Iya, gue jadi bangga.” Sahut Farah membanggakan dirinya yang selama ini merawat Dera seperti adiknya sendiri. “Yaudah sekarang langsung aja keintinya daripada buang-buang waktu. Lis, ayo bicara sama Farah.” Lisa terlihat tidak yakin untuk memulai percakapan, matanya sesekali melirik ke arah Farah. “E-emm.. gue minta maaf ya Far atas omongan gue tadi malam. Gue gak pikir-pikir lagi kalo ngomong.” “Lis, liat gue.” Peri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN