Penyesalan

1219 Kata

Malam itu, Aluna diam di kamarnya. Sunyi, sepi, tak ada suara selain detak jam dinding yang terasa memecah kesunyian. ​Aku kapan sembuh, ya? batin Aluna pilu. Aku nggak mau jadi beban dan nggak berguna kayak gini. ​Gelombang pertanyaan menyergapnya. Apa aku punya keluarga? Apa aku punya teman? Kenapa mereka tak ada yang peduli padaku? ​Lalu, pertanyaan yang paling menyakitkan muncul. Kenapa aku dan Baskara tidak satu ranjang? Kenapa dia pisah kamar? Apa pernikahan kami sungguhan? ​Ia menutup matanya, berusaha mengusir sejuta pertanyaan yang membebani benaknya, dan tertidur dalam keheningan yang menyesakkan. Keesokan harinya, Aluna terbangun pagi hari. Ia sudah rapi dan tampak cantik berkat bantuan Santi. ​"Mas Baskara ke mana, ya? Kok nggak ada dari semalam?" tanya Aluna, menyadari k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN